Selasa, 25 Oktober 2011

BOB SADINO


BIOGRAFI   ;
nama                             :Bob Sadino
tempat/tgl lahir              : Tanjungkarang, Lampung 9 Maret 1933
agama                           : Islam
pendidikan                    :
·        SD (tahun 1947) di Yogyakarta
·        SMP (tahun1950) di Jakarta
·        SMA (tahun 19953) di Jakarta
Karir                     :
·        Karyawan unilever (1954-1955)
·        Pemilik tunggal Kem chicks(supermarket) 1966-sekarang
·        PT. Kem foods (pabrik sosis dan ham)
·        PT. Kem farms(pabrik sayur)


Bob Sudino atau yang akrab dipenggil om Bob ini adalah salah satu pengusaha sukses di Indonesia dalam bidang pertenakan dan pangan. Ia sering terlihat menggunakan pakaian kemeja lengan pendek dan celana pendek yang telah menjadi ciri khasnya. Ia terlahir dari keluarga yang berkecukupan, om Bob ini anak bungsu dari lima bersaudara. Pada saat berumur 19 tahun kedua orang tuanya meninggal dan seluruh harta warisan keluarganya diberikan kepada om Bob kerna saudara kandungnya yang lain sudah dianggap mapan. Kemudian sebagian harta warisannya dihabiskan untuk keliling dunia dan singgah di Belanda selama 9 tahun. Disana ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan humberg, disana juga om Bob menemukan pasangan hidupnya Soelami Soejoed.


Perjalanan karir :
Sebelumnya dia sempat bekerja di Unilever Indonesia. Namun, hidup dengan tanpa tantangan baginya merupakan hal yang membosankan.
Ketika semua sudah pasti didapat dan sumbernya ada menjadikannya tidak lagi menarik. "Dengan besaran gaji waktu itu kerja di Eropa, ya enaklah kerja di sana. Siang kerja, malamnya pesta dan dansa. Begitu-begitu saja, terus menikmati hidup," tulis Bob Sadino dalam bukunya Bob Sadino: Mereka Bilang Saya Gila.
Pada 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Kala itu dia membawa serta dua mobil Mercedes miliknya. Satu mobil dijual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan. Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri. Satu mobil Mercedes yang tersisa dijadikan "senjata" pertama oleh Bob yang memilih menjalani profesi sebagai sopir taksi gelap. Tetapi, kecelakaan membuatnya tidak berdaya. Mobilnya hancur tanpa bisa diperbaiki.
Setelah itu Bob beralih pekerjaan menjadi kuli bangunan. Gajinya ketika itu hanya Rp100. Ia pun sempat mengalami depresi akibat tekanan hidup yang dialaminya. Bob merasakan bagaimana pahitnya menghadapi hidup tanpa memiliki uang. Untuk membeli beras saja dia kesulitan. Karena itu, dia memilih untuk tidak merokok. Jika dia membeli rokok, besok keluarganya tidak akan mampu membeli beras.
Dia sempat depresi, tetapi bukan berarti harus menyerah. Baginya, kondisi tersebut adalah tantangan yang harus dihadapi. Menyerah berarti sebuah kegagalan. Jalan terang mulai terbuka ketika seorang teman menyarankan Bob memelihara dan berbisnis telur ayam negeri untuk melawan depresinya. Pada awal berjualan, Bob bersama istrinya hanya menjual telur beberapa kilogram. Akhirnya dia tertarik mengembangkan usaha peternakan ayam. Ketika itu, di Indonesia, ayam kampung masih mendominasi pasar. Bob-lah yang pertama kali memperkenalkan ayam negeri beserta telurnya ke Indonesia. Bob menjual telur-telurnya dari pintu ke pintu. Padahal saat itu telur ayam negeri belum populer di Indonesia sehingga barang dagangannya tersebut hanya dibeli orang-orang yang tinggal di daerah Kemang.
Ketika bisnis telur ayam terus berkembang  ia melanjutkan usahanya dengan berjualan daging ayam. Kini om Bob mempunyai PT Kem Foods (pabrik sosis dan daging). Bob juga kini memiliki usaha agrobisnis dengan sistem hidroponik di bawah PT Kem Farms. Pergaulan Bob dengan ekspatriat rupanya menjadi salah satu kunci sukses. Ekspatriat merupakan salah satu konsumen inti dari supermarketnya, Kem Chick. Daerah Kemang pun kini identik dengan Bob Sadino.
Pengalaman hidup Bob yang panjang dan berliku menjadikan dirinya sebagai salah satu ikon entrepreneur Indonesia. Kemauan keras, tidak takut risiko, dan berani menjadi miskin merupakan hal-hal yang tidak dipisahkan dari resepnya dalam menjalani tantangan hidup. Menjadi seorang entrepreneur menurutnya harus bersentuhan langsung dengan realitas, tidak hanya berteori.
Karena itu, menurutnya, menjadi sarjana saja tidak cukup untuk melakukan berbagai hal karena dunia akademik tanpa praktik hanya membuat orang menjadi sekadar tahu dan belum beranjak pada taraf bisa. "Kita punya ratusan ribu sarjana yang menghidupi dirinya sendiri saja tidak mampu, apalagi menghidupi orang lain," jelas Bob.


www.okezone.com


Kesimpulan :
Menurut saya hikmah yang dapat diambil dari perjalanan karir Bob Sudino adalah berjuang keras, tidak takut resiko, tidak takut untuk menjadi miskin karena merupakan tantangan hidup yang tidak terpisahkan. Selalu berusaha dan berdoa karena itu yang dapat membuat kita menjadi sukses. Tanpa adanya perjuangan yang keras dan usaha yg tidak pernah kenal putus asa maka tidak akan pernah ada kata sukses dalam hidup kita.

Ketika kita sedang mencoba membuat usaha untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik tiba-tiba kegagalan menghampiri, bukan berarti usaha kita berhenti, tetapi jadikan kegagalan itu menjadi awal kesuksesan kita dengan begitu kita akan selalu bersemangat untuk terus belajar dan belajar  dan berjuang keras untuk menjadi seorang yang sukses.

Semua perjalanan hidup seseorang itu dirintih dari nol. Jika seseorang itu sabar dan selalu berusaha maka kesuksesan pun akan mudah di raih, dan jika seseorang itu hanya bisa mengeluh akan nasibnya tanpa usaha dan bersabar  maka hanya kemiskinan yang di dapat.

Pada intinya untuk menjadi sukses bukan sesuatu yang mudah di gapai  dan harus penuh dengan kerja keras serta tidak pernah kenal putus asa dan selalu berdoa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar